skip intro/masuk

Logo sciemics

Selasa, 11 Desember 2012

Belajar dari Anak Kecil

Share on :


Bismillah...
Anak kecil memang lucu ya sahabat. Setiap kali melihat mereka pasti kita suka gemes pengen nyubit pipinya yang chubby seperti kue bakpau. Namun di balik wajahnya yang lucu dan pipinya yang chubby itu, terkadang kita merasa kesal karena kenakalan yang mereka buat. Yah namanya juga anak-anak toh, pastinya mereka masih sangat polos dan di dalam benaknya hanya bermain dan bermain, tidak jarang orang tua mereka menyusul ke tepat bermain mereka karena si anak lupa waktu. Namun dibalik kenakalan mereka juga, ternyata mereka menyimpan suatu hal yang bisa dijadikan pelajaran yang sangat berharga untuk kita tiru, apa sih?
 
Anak kecil pada umumnya selalu dianggap remeh oleh orang dewasa. Apa sih alasannya? Para orang tua selalu beranggapan bahwa anak kecil itu belum punya pengalaman dan tidak tahu apa-apa, sehingga apa yang menjadi omongan anak kecil itu seringkali diremehkan orang dewasa. Apakah orang dewasa itu tidak mengetahui bahwa bisa saja pengetahuan yang dimiliki si anak kecil itu lebih luas dari mereka? Nah sahabat, apa sih pelajaran yang bisa kita ambil dari anak kecil?
Jujur
Kata Ust. Nur Maulana, anak kecil itu masih dijaga oleh para malaikat sehingga mereka masih bisa terhindar dari kejahatan dirinya. Karena daya tangkap anak kecil masih kuat, tentunya dia merekam jelas dengan indera pendengaran dan penglihatannya atas apa yang dia saksikan sendiri. Ketika ditanya ini dan itu, tentunya dia akan menjawab sesuai dengan apa yang dia lihat dan apa yang dia saksikan karena pemikirannya yang masih polos, lantas dia berbicara apa adanya. Lain halnya dengan orang dewasa yang seringkali berbohong untuk menutupi kesalahannya.
Cepat Melupakan dan Mudah Memaafkan
Coba kita lihat jika ada dua anak kecil yang sedang bertengkar, tentunya salah satu atau keduanya pasti ada yang menangis. Tidak jarang pula mereka mengadukan peristiwa itu ke orang tua mereka. Lalu kita lihat keesokan hariya, ternyata mereka sudah main seperti biasanya. Hal ini menunjukkan bahwa anak kecil itu cepat dan mudah melupakan masalah pertengakaran dengan teman bermainnya, sehingga mereka bisa mudah juga untuk memaafkan kesalahan teman bermainnya itu.
Dibandingkan dengan orang dewasa, jika mereka terdapat suatu masalah (misalnya pertengkaran) maka yang terlihat adalah masalah itu tidak bisa hilang sehari atau dua hari, bisa bermiggu-minggu, berulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun, na'udzubillahi min dzalik. Ya tentunya tidak semua orang dewasa seperti itu.
Selalu Ceria dan Bangkit
Lihat deh kalau anak kecil sedang bermain, selalu tergambar pada diri mereka keceriaan yang seolah tiada habisnya. Seakan mereka terlupakan problema kehidupan yang menjadi beban pikiran mereka, yang pastinya anak kecil ini anti galau, betul tidak? Lihat lagi ketika anak-anak kecil sedang bermain bola. Ketika salah satu anggota tubuh mereka terluka dan tidak bisa main lagi, maka jika luka itu sudah sembuh pasti dia akan bermain bola lagi bersama teman bermainnya sebagamana biasa, anak kecil selalu bangkit, iya kan?
Nah sahabat, ternyata anak kecil itu bisa menjadi contoh pembelajaran untuk kita ya? Terkadang kita suka meremehkan anak kecil, padahal belum tentu kan kita lebih baik dari anak kecil yang kita remehkan itu. Semoga bermanfaat.
Allahu A'lam.
 
sumber:  http://www.umatmuhammad.com/2012/09/belajar-dari-anak-kecil.html#.UMdMQKyf7gY

0 komentar:

Posting Komentar